Troye Sivan - Bloom


Sungguh menyenangkan mendengar “Bloom“, album kedua dari Troye Sivan. Sebagai susulan debutnya yang boleh dikatakan cukup emosional, “Blue Neighbourhood” (2015), maka “Bloom” terdengar lebih rapi, lebih tertata dan pastinya matang.
Yang paling utama, album berisi 10 track ini terdengar efisien, tidak menyisakan ruang untuk lagu-lagu filler yang tidak perlu, sehingga ia menjadi sebuah paket yang solid. Setiap lagu bisa berdiri sendiri, meski juga merupakan satu-kesatuan yang utuh dalam menyokong aspek tematis album.
Dibuka dengan track anthemik yang menggebu, ‘Seventeen’, Troye menegaskan meski ia masih muda belia (ia sekarang berusia 23 tahun tentu saja), namun memiliki pemikiran yang melangkah ke depan dan tidak ragu untuk menyongsong tumbuhnya perasaan emosional berbelit yang menjelang.
Kelebihan “Bloom” adalah Troye telah dengan rajin merilis single demi single sebelum ia hadir, sehingga kita sudah kadung familiar dengan album. Dan track-track yang dilepasnya tersebut dikemas dengan sangat menarik satu dengan yang lain, sehingga mudah saja mencuri perhatian.
Mulai dari track playful seperti ‘My My My!’ hingga balada mengharu-biru seperti ‘The Good Side’, Troye menjanjikan jika dirinya adalah seorang musisi dengan versatlitas kuat dan juga witty. Berbicara tentang witty, sepertinya hanya Troye yang mampu menyajikan lagu tentang “bottoming” dengan sangat menawan seperti ‘Bloom’ (yang tentu saja dipilih sebagai judul album).
“Bloom” memang tepat dirujuk sebagai judul album karena Troye kini telah mekar menjadi musisi matang dengan estetika musikalitas yang tak boleh dipandang remeh. Pop memang masih menjadi andalannya, tapi bukanlah pop bubblegum yang mudah dilupakan begitu saja.
Setiap lagu dalam “Bloom” memiliki tema yang bernas dan juga beresonansi dengan kuat dengan komunitas LGBTQ yang di mana Troye kini dengan penuh menjadi bagiannya. Menariknya, meski cukup khas dan spesifik “Bloom” tetap bisa merangkul pangsa pendengar yang lebih luas dan melewati spektrum batasan gender atau preferensi seksual.
Karena bagaimanapun Troye mengkomposisi lagu-lagunya dalam pendekatan yang lebih universal. Maka tidak heran jika kita bisa menikmati lagu-lagu seperti balada ‘Postcard’, yang dibawakannya bersama Gordi atau sajian synth-pop bergelora dalam’Plum’. Memang ada lagu yang lebih tersegmentasi, seperti ‘Lucky Strike’, namun secara umum “Bloom” adalah untuk semua orang. Siapa yang tak tergoda untuk berdansa saat mendengarkan kolaborasi serunya bersama Ariana Grande dalam ‘Dance to This’?
Intinya, “Bloom” tidak hanya karya terbaik Troye Sivan sejauh ini (dan melompati dengan tinggi “Blue Neighbourhood), tapi juga salah satu album pop terbaik tahun ini. Setiap track memiliki kelebihan tersendiri yang terdengar tidak hanya begitu menghibur, namun juga memiliki muatan dan kedalaman yang tentunya kemudian memberi bobot pada “Bloom” itu sendiri.
Yang pasti, dengan “Bloom” Troye Sivan menegaskan jika ia bukanlah penyanyi karbitan, melainkan seorang musisi dengan kandungan kualitas yang membuat layak untuk ditunggu karya-karya berikutnya.

Official Website

TRACKLIST












1. “Seventeen” 3:38
2. “My My My!” 3:25
3. “The Good Side” 4:29
4. “Bloom” 3:42
5. “Postcard” (featuring Gordi) 3:36
6. “Dance to This” (featuring Ariana Grande) 3:51
7. “Plum” 3:06
8. “What a Heavenly Way to Die” 3:07
9. “Lucky Strike” 3:28
10. “Animal” 4:25
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Troye Sivan - Bloom"

Post a Comment